Khutbah Terbaru
Showing posts with label syarat khutbah. Show all posts
Showing posts with label syarat khutbah. Show all posts

Saturday, July 2, 2016

Syarat dan Rukun Khutbah Jumát

Blog Khutbah Jumát. Sebelum kita mengetahui Syarat dan Rukun Khutbah Jumát. kita harus tahu apa yang dimaksud syarat dan apa yang dimaksud rukun. menurut pengertian bahasa syarat adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melakukan sesuatu perbuatan. Sedangkan rukun adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi disaat sedang melakukan sesuatu. Contohnya dalam pelaksanaan sholat jumát. Disitu terdapat syarat dan rukun tertentu yang harus dipenuhi jika ingin pelaksanaan sholat jumát agar menjadi sah dan sempurna.

Jika kita udah mengerti maksud istilah di atas, maka baru kita mencari tahu mengenai Syarat dan Rukun Khutbah Jumát. Dalam khutbah jum'at misalnya, seorang khotib harus memenuhi syarat serta rukun khutbah shalat jum'at, jika tidak terpenuhi maka batal dan tidak sah shalat jum'atnya. Untuk itu, sebelum naik ke atas mimbar atau menjadi khotib, marilah kita pelajari dan pahami terlebih dahulu syarat dan rukun khutbah jum'at berikut ini, agar supaya saat menyampaikan khutbah sudah memenuhi syarat dan rukunnya sesuai dengan syariat ajaran islam.

  1. Khotib harus suci dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.
  2. Khotib harus suci dari najis, dari badan, pakaian, maupun tempatnya.
  3. Khotib harus menutup auratnya.
  4. Khotib berdiri pada dua khutbah dan diselingi duduk sejenak. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,  كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ يَقْعُدُ بَيْنَهُمَا  Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dua khutbah dan duduk di antara keduanya.” (HR. Bukhari no. 928).
  5. Khutbah harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
  6. Khutbah harus disampaikan dengan suara keras sekira dapat didengar oleh empat puluh orang yang hadir.
  7. Khotib harus duduk sebentar dengan thuma’ninah (tenang seluruh anggota badannya) di antara dua khutbah.
  8. Khutbah pertama dan khutbah kedua harus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pula antara khutbah dan shalat jum’ah.
  9. Rukun-rukun khutbah harus disampaikan dengan bahasa arab, adapun selain rukun boleh dengan bahasa lain.

Rukun Khutbah Shalat Jum'at  ada 5 yang wajib dipenuhi, diantaranya adalah:
  1. Mengucapkan Hamdallah (Alhamdulillah). Rukun khotbah yang pertama adalah dimulai dengan mengucap atau membaca hamdalah (Alhamdulillah), yaitu lafadz memuji kepada ALLAH SWT.
  2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rukun khutbah yang kedua yaitu membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, bisa secara singkat namun dianjurkan dengan yang panjang.
  3. Berwasiat untuk Taqwa. Khotib mengajak atau berwasiat untuk dirinya sendiri dan para jama'ah untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya.
  4. Membaca Ayat Al-Qur'an. Membaca ayat Al-Qur'an dalam khutbah berkenaan dengan tema khutbah yang disampaikan, walau satu ayat saja, asal utuh tidak sepenggal-penggal ayat hingga tidak dapat di pahami oleh para jama'at shalat jum'at
  5. Berdoa untuk kaum Mukminin. Rukun khutbah yang terakhir atau kelima yaitu berdoa memohon ampunan atas orang-orang mukminin.
Itulah kelima Rukun Khutbah Jum'at yang wajib dipenuhi oleh seorang Khotib.

http://khutbahjumatnu.blogspot.co.id/2016/07/syarat-dan-rukun-khutbah-jumat.html

Demikianlah Syarat dan Rukun Khutbah Jumát, yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua amin.
Read more ...

Wednesday, December 12, 2012

Khotib dan khutbah jumat ideal

Sebelum postingan ini terbit ada baiknya menengok sejenak fiqh jumat membahas tentang adzan ke tiga sebelum melanjutkan bacaan ke khutbah jumat ideal, maksud dari khutbah jumat ideal adalah khutbah jumat yang memenuhi syarat rukun secara sempurna & dilakukan oleh khotib yang faham pelekasanaan sholat jumat.

Ironis, khutbah jumat seharusnya menjadi momentum saling berpesan ketaqwaan rutin mingguan rupanya tidak diminati para jama'ah jumat, mungkin disebebkan temanya kurang menarik, terkadang melangit  kurang praktis dalam penggunaan bahasanya. padahal khotib bisa dikatakan baik minimal khutbah itu disampaikan dengan kalimat yang simpel tidak bertele-tele terlalu lama. Padahal seharusnya sholat jumat hendaknya lebih lama daripada khutbah jumat. Mari kita bahas terlebih dahulu syarat rukun khutbah jumat.

Syarat Khutbah Jumat
Syarat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah di mulai, dalam hal ini syarat khutbah jumat ada enam, terus terang admin blog pusat khutbah jumat bermadzhab syafi'i, jadi syarat dibawah ini adalah menurut Imam Syafi'i

  1. Niat
  2. Lhutbah jumat dilakukan sebelum salat pelaksaan sholat Jum'at
  3. Niat berkhutbah
  4. Disampaikan dengan bahasa yang difahami oleh Jamaah Sholat Jumat.
  5. Dua khutbah dilakukan secara berturut-turut, tidak boleh dipisah dengan sholat, atau perbuatan malahi (main-main) .
  6. Penyampaian Khutbah Jumat dengan suara paling tidak terdengar oleh 40 orang. karena Imam Syafi'i mensyaratkan sholat jumat minimal 40 orang
  7. Antara Khutbah & sholatnya tidak dilakukan terpisah dalam rentang waktu lama / tidak wajar menurut pertimbangan syara' pada umumnya.
Rukun Khutbah Jumat
Rukun adalah sesuatu perbuatan yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan bentuk ibadah tersebut, dalam hal ini rukun khutbah jumat antara lain;


  1. Membaca hamdalah
  2. baik khutbah pertama atau kedua sama sama hamdalah menjadi rukun khutbah, khutbah tanpa mengucapkan hamdalah maka tidak sah
  3. Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad, dengan berbagai macam bentuknya, intinya adalah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
  4. Wasiat untuk Ber-taqwa kepada Allah, ajakan untuk berbuat baik atau naehat dalam rangka peningkatan ketaqwaan kepada Allah swt, wasiat untuk melaksanakan perintah & menjauhi larangannya. kemasan lafadznya tentu sesuai dengan kemampuan khotib masing-masing.
  5. Sebagai dasar dari ajakan tersebut, maka didalm khutbah wajib membaca ayat-ayat al quran, meskipun hanya satu ayat, sepanjang yang saya tahu, ada sebagian ulama' membolehkan sebagian dari ayat-ayat al quran
  6. Berdo'a untuk kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat serta memohon ampunan kepada Allah .

Tentang bahasa Arab dalam berkhutbah, ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama, Pertama; Madzhab hanafi membolehkan dengan bahasa apa saja asalkan bisa difahami oleh para jamaah, kami sarankan dengan bahasa Arab sekaligus bahasa yang mudah difaham oleh jama'ah. Kedua, Imam Maliki berpendapat semua khutbah jumat harus disampaikan dalam bentuk bahasa Arab, kalau tidak ada yang mampu berbahasa Arab ya tidak wajib melaksanakan sholat jum'at *ha....h Ketiga, berbeda lagi menurut Imam Hanbali yang tidak memasukkan do'a sebagai rukun khutbah, adapun masalah bahasa, berbahasa arab jika mampu, seandainya tidak mampu maka boleh menggunakan bahasa yang difaham, khusu untuk membaca ayat harus berbahasa Arab

Khotib ideal
Ada sebuah riwayat menyatakan bahwa ;"panjangkan sholat jumat & persingkatlah khutbah," khutbah yang terlalu panjang juga tidak baik, tetapi khutbah juga tidak baik dilakukan dalm rentang waktu terlalu singkat, karena dianggap termasuk orang "pelit" berbagi pengetahuan. Khotib dan khutbah ideal adalah penyampaian khutbah dengan menggunakan bahasa yang simpel dengan tema menarik. lebih lama sholatnya dari pada khutbahnya. Khusus untuk tempat yang tak terlindung dari panas & hujan, pada saat-saat tertentu khotib harus bijaksana... wallahu a'lam bis-shawab
Read more ...
Designed By