Khutbah Terbaru
Showing posts with label idul fitri. Show all posts
Showing posts with label idul fitri. Show all posts

Sunday, July 3, 2016

Khutbah Idul Fitri 1437 H : Menebar Maaf, Membangun Kebersamaan (Free Download File MS. Word)



Blog Khutbah Jumát. Khutbah Idul Fitri 1437 H Menebar Maaf, Membangun Kebersamaan. Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati kita sebagai wujud pengakuan atas kebesaran dan keagunggan Allah, karena selain Allah semua kecil. sedangkan tasbih dan tahmid adalah wujud menyucikan asma Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya.Khutbah I

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الحمد لله الذى عاد علينا نِعمه فى كل نفس ولمحات وأسبغ علينا ظاهرة وباطنة فى الجلوات والخلوات. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الذى امتن علينا لنشكره بأنواع الذكر والطاعات. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد الأنبياء والمرسلين وسائر البريات. اللهم صل وسلم على سيّدنا محمّد وعلى أله وأصحابه أهل الفضل والكمالات.

الله أكبر أما بعد : أيها الحاضرون اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تمو تنّ إلاّ وانتم مسلمون واشكروا نعمت الله الّتي وصلنا للإيمان ووصلنا إلى العيد الفطر المبارك.

قال الله تعالى في كتابه الكريم : ياأيهاالذين آمنوا اتّقوا الله والتنظر نفسٌ ما قدّمت لغدٍ وتّقوا الله إنّ الله خبيرٌ بما تعملون وقال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: من نفّس عن مؤمنٍ كُرْبةٌ من كُربِ الدنيا نفّس الله عنه كربة من كرب يومِ القيامة’ ومَن يَسّر على مُعسرٍ يسّر الله عليه في الدنيا والآخيرة’ ومن ستَر مسلماً ستَره اللهُ في الدنيا والآخرة’ والله في عونِ العبدِ مادام العبدُ في عون أخيه.


Alhamdulillah dengan penuh hidayah Allah SWT, di pagi yang cerah ini kita dapat bersama-sama melaksanakan shalat Idul Fitri 1437 H dengan penuh kekhusyukan, kebahagiaan, dan persaudaraan. Oleh karena itu marilah kita bersyukur atas nikmat Allah SWT atas hidayah dan inayah-Nya sehingga kita ditakdirkan untuk hadir bersama-sama di masjid yang dimuliakan Allah ini, karena masih banyak saudara-saudara kita yang berhalangan, tengah berada di jalan atau terbaring sakit.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,
Marilah bersama-sama kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dzat yang maha penyayang yang tak pandang sayang, dzat yang maha pengasih yang tak pernah pilih kasih, dengan cara menjalankan segala perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Juga khatib mengajak, marilah di pagi yang cerah ini kita buka seluas-luasnya pintu maaf yang telah lama tertutup, kita buka hati suci kita, pikiran jernih kita, kita singkirkan kotoran jiwa kita, yaitu rasa dendam, benci dan permusuhan di antara sesama saudara dan umat beragama. Mudah-mudahan kita yang hadir ini senantiasa tercatat dan digolongkan sebagai orang-orang yang mendapat ampunan Allah SWT, sebagaimana dalam hadits qudsi-Nya yang berbunyi:


إِذَا صاَمُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوا إلَى عِيدِكُمْ يَقُوْلُ اللهَ تَعاَلى ياَ مَلَا ئِكَتي كُلُّ عَاملٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ إِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُناَدي مُنَادٍ ياَ أُمّةَ مُحَمّد ارْجِعوْا إلَى مَنَازِلِكمْ قد بَدَلْتُ سَيِّئاَتِكُم حَسَنَاتٍ فيَقوُل اللهُ تَعالى ياَ عِبادي صُمتُم لي وافطَرْتم لي فَقُوموْا مَغْفوْراً لَكم

Artinya: “Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya, maka Allah pun berkata, ‘Wahai malaikatku, setiap yang mengerjakan amal kebajikan dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka’. Seseorang kemudian berseru, ‘Wahai umat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata, ‘Wahai hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapat ampunan'.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,
Semalam suntuk kita kumandangkan takbir, tahmid dan tahlil tanpa henti, tanpa lelah. Semua itu merupakan simbol kita mencintai dan mengagungkan asma Allah dengan penuh penghayatan dan pengharapan akan hari di mana kita akan berjumpa dengan Penguasa Alam. Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW:

لِلصَّائِمِ فَرْحتَيْنِ فَرْحَةٌ عِندَ إفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقاَءِ ربّهِ

Dua kebahagiaan bagi mereka yang berpuasa: (1) kebahagiaan ketika berbuka dan (2) kebahagiaan ketika bertemu langsung dengan Tuhannya.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,

Rasulullah SAW bersabda:
زَيِّنوْا أعْيَادَكم بِاالتَكبيرِ

"Hiasilah hari rayamu dengan Takbir"

Islam sesungguhnya telah mengajarkan umatnya agar senantiasa bertakbir. Saat adzan dikumandangkan, saat iqamah dilafadhkan, saat bayi dilahirkan, dan saat jenazah dikuburkan, kita bunyikan takbir.

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati kita sebagai wujud pengakuan atas kebesaran dan keagunggan Allah, karena selain Allah semua kecil. sedangkan tasbih dan tahmid adalah wujud menyucikan asma Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صاَمَ رَمَضانَ ايْماناً وَاحْتِساباً غُفر لهُ ماَ تقدَّمَ مِنْ دنْبهِ

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan dilaksanakan dengan benar maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR. Imam Muslim)

Terampuni dosa-dosa di sini adalah حَقُّ الله (haqqu Allah) atau hubungan manusia dengan Allah sedangkan apabila terjadi kekhilafan antarsesama manusia, maka akan terampuni apabila mereka saling memaafkan, saling ridha-meridhai. Oleh sebab itu mari kita buang sifat sombong kita, egois kita untuk senantiasa membuka pintu maaf dan memohon maaf jika khilaf. Dan seyogianya kita melakukan hal itu secara langsung ketika kita mumpun hidup di dunia.

Di dalam kitab Syarhul Hikam dijelaskan bahwa ahli waris tidak berhak untuk memberi maaf jika kesalahan dilakukan terhadap seseorang yang telah meninggal dunia, karena di akhirat nanti tidak ada perbuatan saling maaf memaafkan seperti sekarang ini di dunia kita lakukan. Lantas, bagaimana cara agar dapat menebus dosa terhadap si mayit. Yang bisa kita lakukan adalah memperbanyak amal ibadah, karena di akhirat nanti mereka yang pernah kita aniaya akan menuntut dan meminta keadilan di hadapan Allah, sehingga amal ibadah kita akan diberikan kepada mereka.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW di dalam kitab Riyadus Shalihin, Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ، فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ - رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, 'Tahukah kalian siapakah orang yang muflis (bangkrut) itu? Para sahabat menjawab, 'Orang yang muflis (bangkrut) di antara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta.' Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang bankrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan shalat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun ia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. Maka akan diberinya orang-orang tersebut dari kebaikan-kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Muslim)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh
Nuansa hari raya seperti sekarang ini kita pasti membayangkan saat-saat begitu indahnya kebersamaan, berkumpul dengan sanak saudara, kita cium tangan kedua orang tua kita dengan rasa haru, kita meminta maaf atas salah dan khilaf kita. Begitulah tuntunan baginda Rasulullah SAW agar kita selalu berbakti kepada orang tua, menghormati mereka dan mengingat jerih payah mereka. Demikian tinggi derajat kedua orang tua kita sehingga berbuat baik terhadap orang tua adalah ibadah yang sangat di cintai Allah SWT. Suatu ketika sahabat Abdullah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amal apakah yang dicintai Allah; beliau bersabda:

عَن عبدِ الله قاَل سألتُ النَبي صلى الله عليه وسلم أيُّ العَملِ أَحَبُّ إِلىَ الله عَزَّ وَجَلَّ قَالَ الصَّلاةُ عَلىَ وَقْتِهاَ قَالَ ثُمَّ أَيّ قاَلَ بِرُّ الوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيّ الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Dari Abdulullah RA berkata, saya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, ‘Apakah amalan yang lebih dicintai Allah?’ Jawab beliau, ‘Shalat dalam waktunya.’ ‘Kemudian apa?’ ‘Berbakti terhadap kedua orang tua.’ ‘Kemudian apa?’ ‘Berjuang di jalan Allah.’

Kemudian ada hadits yang kedua yang artinya, “Diceritakan dari Sahabat Abdullah bin Amr, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, ‘Saya ingin berjihad ya Rasulullah.’ Nabi menjawab, ‘Apakah ibu bapakmu masih hidup, laki-laki tersebut menjawab, ‘Masih.’ Nabi bersabda, ‘Berjuanglah menjaga kedua orang tuamu.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh
Makna Idul Fitri selanjutnya adalah kita wajib menjaga persatuan dan kesatuan. Diawali dengan saling memaafkan, bersedia berkunjung dan bersilaturahim mempererat dan menyambung kembali orang-orang yang terputus dengan kita sebagaimana hadits shahih Imam Bukhari Muslim beliau bersabda:

مَنْ أحبَّ انْ يُبسطاَ لهُ فيِ رِزقِهِ وَيُنْسَأَ لهُ فيِ أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه

Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ditunda ajalnya (dipanjangkan usiannya) maka hendaknya menyambung hubungan familinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh
Akhirnya semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang pemaaf, orang-orang yang senang bersilaturahim, pembela agama Allah dan berbakti terhadap orang tua kita, dan semoga kita dipertemukan Allah di akhirat kelak dalam keadaan suci, bahagia bersama keluarga kita memasuki surga Nya Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

جعلنا الله واياكم من العائدين والفائزين والمقبو لين وادخلنا وايّاكم في زمرة عباده الصّالحين
واقول قولي هذا واستغفر لي ولكم ولوالدي ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفره إنّه هو الغفور الرّحيم

Khutbah II

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر.

الحمد لله أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بدوها وقراها، بلدانها وهدنها.

الله أكبر أما بعد : إخوانى الكرام ! استعدوا لجواب ربكم متى تخشع لذكر الله متى نعمل بكتاب الله ؟ قال تعالى ياأيها الذين أمنوا استجيبوا لله ولرسوله إذا دعاكم لما يحييكم واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه وأنه إليه تخشرون.

الله أكبر. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم، وبارك على محمد وعلى أل محمد، كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد .

الله أكبر. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى وأعمال هى تبور. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.

الله أكبر. عباد الله ! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يشكركم. ولذكر الله أكبر.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ.

Amru Almu'tasim, Dosen Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto dan Pengurus PC LTNNU Kabupaten Sidoarjo. Sekarang sedang studi S3 Doktor (MPI) di UIN Maliki Malang.

Download file DISINI

Wassalamuálaikum warohmatulloohi wabaro kaatuh

Source: nu.or.id
Read more ...

Free Download file MS.Word : Khutbah Idul Fitri 1437 H Menguatkan Empat Komitmen

http://khutbahjumatnu.blogspot.co.id/2016/07/free-download-file-msword-khutbah-idul.html
Blog Khutbah Jumát. Dalam kesempatan yang berbahagia ini. Setelah Ramadhan berakhir nanti, di antara yang harus kita lakukan adalah memperkuat dan membuktikan komitmen kita terhadap empat hal yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga dan kemasyarakatan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan kenikmatan beribadah kepada kita, khususnya pada bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui, bahkan ibadah shalat Id kita pada pagi ini. Karenanya kita berharap semoga semua itu dapat mengokohkan ketaqwaan kita kepada Allah swt dalam menjalani sisa kehidupan kita di dunia. Ketaqwaan yang membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi amat mulia di hadapan Allah swt.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Sedih dan gembira merupakan dua perasaan yang menyatu pada diri kita hari ini. Sedih karena Ramadhan terasa cepat berlalu, padahal momentumnya belum kita maksimalkan untuk mengokohkan ketaqwaan pribadi, keluarga dan masyarakat. Meski begitu, kita juga gembira karena semoga dengan berakhirnya Ramadhan kita dapat kembali menjadi insan yang suci dari segala noda dan dosa.

Setelah Ramadhan berakhir, di antara yang harus kita lakukan adalah memperkuat dan membuktikan komitmen kita terhadap empat hal yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga dan kemasyarakatan.

Pertama, komitmen kepada Allah swt sebagai Tuhan yang benar. Setiap kita tentu sudah memahami bahwa menuhankan Allah swt tidak cukup hanya dengan pernyataan, tapi harus kita buktikan dengan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan ketentuan Allah swt. Ramadhan kita akhiri dengan gema takbir, tahlil dan tahmid, suatu penegasan dari kita bahwa kepada Allah swt kita perkuat komitmen ketuhanan. Bila kita sudah memiliki komitmen kepada Allah swt, segala keterikatan kepada yang lain kita sesuaikan dengan keterikatan kepada Allah swt. Kita bisa belajar dari seorang sahabat Saad bin Abi Waqash yang dengan tegas berkata kepada ibunya yang mogok makan karena protes atas keislamannya: “Seandainya ibu punya seratus nyawa, ibu mati, hidup lagi dan mogok makan lagi hingga mati, lalu hidup lagi, saya tidak akan keluar dari Islam.”

Komitmen yang kuat kepada Allah swt membuat kita akan menyesuaikan diri dengan segala ketentuan-ketentuan-Nya. Allah swt berfirman:'

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (QS Al Jatsiyah [45]:18).

Satu hal yang harus kita waspadai bahwa banyak orang mengaku beriman kepada Allah swt, tapi ternyata tidak mau komitmen kepada segala ketentuan-Nya. Ini merupakan keimanan yang tidak ideal, bahkan bisa jadi tidak diakui oleh Rasulullah saw, dalam satu hadits beliau bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (syariat Islam). (HR. Thabrani).

Ibadah puasa Ramadhan yang baru saja kita lewati mendidik kita agar memiliki kekuatan komitmen kepada Allah swt, dan ini harus kita buktikan keberhasilannya.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Kedua, yang harus kita kuatkan adalah komitmen untuk selalu menjaga kemuliaan pribadi, keluarga dan masyarakat dengan akhlak yang mulia. Satu hal yang harus kita sadari bahwa sekarang ini di antara masyarakat kita banyak yang menunjukkan akhlak yang tercela, bahkan sangat tercela dan amat rendah. Fakta yang diberitakan oleh berbagai media massa semakin mengkhawatirkan, bahkan mencekam perasaan kita semua, apalagi diperkuat dengan data yang tidak perlu kita ragukan. Pornografi yang bertubi-tubi menyerang generasi kita telah menunjukkan hasilnya yang sangat menakutkan mulai dari pergaulan bebas tanpa batas antara pria dengan wanita, perzinaan yang merajalela, pengguguran kandungan yang semakin banyak, hingga pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan, bahkan yang amat memilukan adalah sampai ada bapak menzinai anaknya hingga anak menzinai ibunya, Na’udzubillah, ada apa dengan masyarakat kita sekarang, mengapa semua ini harus terjadi?.

Karena itu, rasa malu untuk melakukan yang tercela membuat kita dapat mempertahankan kemuliaan pribadi, keluarga dan masyarakat, dan ini berpangkal dari keimanan dan keterikatan yang kokoh kepada Allah swt, Rasulullah saw bersabda:

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلاِيْمَانِ
Malu itu cabang dari iman” (HR. Bukhari).

Antara keimanan dengan rasa malu merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dan tidak boleh dipisah-pisahkan, seperti dua sisi mata uang yang tidak diakui dan tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Bila malu tidak ada pada jiwa seseorang yang mengaku beriman, maka pada hakikatnya ia tidak beriman, paling tidak pada saat rasa malu itu tidak dimilikinya, Rasulullah Saw bersabda:

اِنَّ الْحَيَاءَ وَاْلِايْمَانَ قُرِنَا جَمِيْعًا فَاِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَخَرُ
Sesungguhnya malu dan iman dua hal yang digandeng, tak dapat berpisah. Bila salah satunya diambil, yang lain akan ikut terambil (HR. Hakim dan Baihaki).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Jamaah Shalat Id Yang Dimuliakan Allah.
Ketiga, komitmen untuk selalu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan orang lain. Kehidupan masyarakat kita sekarang harus berhadapan dengan begitu banyak persoalan, mulai dari kesulitan ekonomi, mendidik anak dan keluarga hingga pengaruh negatif dari kemajuan informasi dan komunikasi. Setiap kita seharusnya bisa menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekecil apapun peran yang bisa kita mainkan, minimalnya adalah bisa memecahkan persoalan sendiri. Bila kita bisa pecahkan persoalan orang lain di dunia ini, kitapun akan mendapat pemecahan masalah di akhirat, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَعَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ
Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya (HR. Muslim).

Ketika Rasulullah saw dan para sahabat hijrah ke Madinah, para sahabat Madinah siap membantu dan mengatasi kesulitan sahabat dari Makkah. Saad bin Rabi yang orang Madinah menawarkan setengah harta bahkan satu istrinya bisa saja diceraikan agar bisa menikah nantinya dengan Abdurrahman bin Auf. Tawaran yang menarik itu tidak diterima oleh Abdurrahman, ia lebih suka diantar ke pasar agar bisa melakukan usaha dan ternyata dalam hitungan hari di Madinah, Abdurrahman sudah bisa mandiri dari sisi ekonomi, bahkan ia bisa menikah dengan wanita Madinah dengan mahar sekitar 15 gram emas. Ini menunjukkan bahwa, Abdurrahman ingin bisa menyelesaikan persoalan dirinya sebelum bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan orang lain.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah setiap kita harus berusaha untuk bisa keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi, namun bila tidak mampu, kitapun jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain. Ketika bisa memberi solusi atas persoalan lain meskipun hanya berupa saran dan pendapat, maka itu sudah termasuk sedekah, dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda:

وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِىْءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ
Bimbinganmu untuk orang yang lemah pandangannya adalah sedekah bagimu (HR. Tirmidzi).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Komitmen Keempat yang harus kita kuatkan sebagai muslim adalah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Untuk melaksanakan ketiga hal di atas, salah satu yang harus mendapat porsi besar dari kita semua adalah menjadikan dan mengembalikan masjid sebagai sarana dan fungsi tarbiyah (pendidikan dan pembinaan). Selama Ramadhan, ikatan batin kita dengan masjid telah kita perkuat, karenanya mulai hari ini kita pelihara penguatan itu. Paling tidak ada dua aspek yang harus dipertajam dalam konteks masjid sebagai sarana dan fungsi tarbiyah, ini amat memerlukan perhatian dan kerja sama antar pengurus dan jamaah masjid. Pertama, aspek keilmuan, masjid harus menjadi pusat ilmu dan jamaah kita jangan sampai menjadi orang awam yang tidak punya pemahaman tentang ajaran Islam. Karena itu, jamaah harus memberi tahu kepada pengurus masjid tentang apa yang belum dipahami dari ajaran Islam dan pengurus masjid pun harus mencari tahu, apa yang belum dipahami oleh jamaahnya dari ajaran Islam. Selanjutnya ini menjadi kurikulum pengajian dan khutbah sehingga jamaah kita harus betul-betul memahami ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh. Pemahaman yang baik tentang Islam menjadi amat mendasar, karena setiap muslim sangat dituntut untuk beramal shalih, dan dari mana orang bisa beramal shalih bila memahami tentang apa yang harus diamalkan saja tidak tahu.

Kedua, aspek pembentukan karakter. Jamaah kita jangan sekadar punya pemahaman tentang Islam, tapi harus terbentuk karakter sebagaimana mestinya. Ketika ilmu mengajarkan bahwa tamu harus dihormati, maka karakter jamaah kita menunjukkan penghormatan kepada tamu. Ketika ilmu mengajarkan bahwa sayangi keluarga, maka tidak ada kekerasan dalam keluarga serta hal-hal yang bisa merusak fisik dan mentalnya, anggota keluarga saling berusaha untuk bisa masuk surga sama-sama. Ketika ilmu mengajarkan bahwa kita harus saling menghormati, maka penghormatan satu dengan lainnya dapat terwujud indah sehingga tidak ada konflik, penganiayaan, kezaliman dan permusuhan. Ketika ilmu mengajarkan mencari rizki secara halal, maka praktiknya tidak akan menghalalkan segala cara, apalagi sampai mencari pembenaran secara hukum agar sesuatu yang tidak halal seolah-olah menjadi halal, dan begitulah seterusnya. Atas semua ini, Rasulullah saw bersabda:
اَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ
Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak dimanfaatkannya (HR. Thabrani dari Abu Hurairah ra).

Oleh karena itu, Rasulullah saw membina para sahabat melalui masjid sehingga lahirlah generasi terbaik sepanjang zaman dari masjid itu. Masjid dan mushalla kita seluruh Indonesia hampir 1 juta jumlahnya, yang menjadi pertanyaan kita adalah masyarakat seperti apa yang sudah kita hasilkan dari jumlah masjid yang begitu banyak?, ini merupakan koreksi untuk kita bersama agar bisa memperbaiki kondisi masyarakat melalui masjid. Setelah Ramadhan berakhir, pengurus dan jamaah masjid harus segera melakukan konsolidasi agar masjid-masjid kita bertambah makmur, manfaatkan semua sumber daya yang dimiliki jamaah agar menjadi maslahat atau kebaikan dan kemajuan bersama.

Demikian khutbah Idul Fitri kita hari ini, semoga nilai-nilai Ibadah Ramadhan dapat kita lestarikan dalam kehidupan sehari-hari yang membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah swt. Akhirnya, marilah kita akhiri khutbah id kita hari ini dengan sama-sama berdoa:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا.
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.

اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Download File DISINI


Sumber: www.dakwatuna.com
Read more ...
Designed By